Photosynthesis Process
Photosynthesis is a Biochemical Process that occurs in plants, algae, and some bacteria, Creating the Atmospheric Oxygen and food that sustain the majority of life on Earth.
The process uses sunlight to convert water and Carbon Dioxide into Carbohydrates and Oxygen. It works into two stages : The Light Dependent Reaction and The light Independent Reaction. In Senior High School, generally known as Aerob Reaction and Anaerob Reaction.
The First stage is The Light Dependent Reaction. In this first step of Photoshnythesis, sunlight enters the first Photosystem and energizes the Chlorophyll.
The excited Chlorophyll splits water into Oxygen and Hydrogen. Meanwhile, the chlorophyll feeds electrons into a complex sequence of nearby molecules called the electron transport chain.
The freed Oxygen escapes into Athmosphere, While the freed Hydrogen is used later in The light Independent Reaction.
As electrons move along the electron transportchain, their energy make the molecule ATP, which is used by all known forms of life to fuel their cellularfunctions.
Theelectrons enter a second Photo system, get full energized by sunlight, and move along another electron transport chain to construct a molecule called NADP.
The second stage is The Light Independent Reaction. NADP combines with Hydrogen, which was freed earlier in The Light Dependent Reaction, to produce NADPH.
NADPH, ATP, and Choloroplast Enzyme called Rubisco, work together to create sugars and other Carbohydrates from Carbon Dioxide and Water in a Process calledThe Calvin Benson Cycle. It is a very complex reaction that Fixes arbon from the Athmosphere forming The Foundation of Earth’s major food chains plants directly use sugar as their food, and many other organisms eat plants to gain their stored energy.
We can also conclude that Photosynthesis is how plants use light and water to make sugar and It is created in the green parts of a plant and every animal on earth depends on it. So, Without plants we would have no food to eat or oxygen to breath.
Kamis, 26 Agustus 2010
CONTOH EXPLANATION TEXT
How do seasons happen?
Seasons come to us regularly. We have probably noticed that it gets warmer in summer or dry season while it get colder in the winter or wet season. However do we know how these seasons change?
Seasons happen and change every year. This happens because the earth tilts back and forth as it goes around the sun. During the summer, the earth tilts toward the sun. It makes half of the earth hotter. this condition is what we call summer. During the other half of the year, the earth tilts away from the sun. As a result, it makes that half of the earth cooler. This cool condition is then what we call winter.
The different parts of the world have the same season at different times. In the northern half of the world , winter happens during the months of December, January and February. The regions are such North America and Europe. In the other hand, the southern half of the world have winter during the months of June, July and August.The regions are like South America and Australia. How does this difference happen? The same season happens at different times because the top and bottom halves of the earth tilt away from the sun at different times.
Seasons come to us regularly. We have probably noticed that it gets warmer in summer or dry season while it get colder in the winter or wet season. However do we know how these seasons change?
Seasons happen and change every year. This happens because the earth tilts back and forth as it goes around the sun. During the summer, the earth tilts toward the sun. It makes half of the earth hotter. this condition is what we call summer. During the other half of the year, the earth tilts away from the sun. As a result, it makes that half of the earth cooler. This cool condition is then what we call winter.
The different parts of the world have the same season at different times. In the northern half of the world , winter happens during the months of December, January and February. The regions are such North America and Europe. In the other hand, the southern half of the world have winter during the months of June, July and August.The regions are like South America and Australia. How does this difference happen? The same season happens at different times because the top and bottom halves of the earth tilt away from the sun at different times.
Minggu, 11 Juli 2010
SPANYOL JUARA DUNIA"BRAVO SPANYOL"
Spanyol memastikan diri sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Belanda di laga final dengan skor 1-0 di Soccer City Stadium, Johannesburg, Senin (12/7) dinihari WIB.
Adalah Andres Iniesta yang menjadi pahlawan kemenangan Spanyol dengan gol tunggalnya ke gawang Belanda di babak kedua perpanjangan waktu.
Spanyol juga sukses mengawinkan gelar juara setelah dua tahun lalu meraih tropi Piala Eropa dengan mengalahkan Jerman di laga final.
Sementara Belanda harus kembali puas untuk ketiga kalinya harus menjadi runner up di turnamen akbar Piala Dunia. Sebelumnya mereka juga menjadi runner up di tahun 1978 dan 1974.
Jalannya Pertandingan
Spanyol sudah membuka kesempatan di menit kelima lewat sundulan Sergio Ramos. Akan tetapi, dalam ujian pertamanya, Maarten Stekelenburg berhasil mengamankan gawangnya dengan baik.
David Villa menguji peruntungannya di menit 12. Bola hasil sepakannya hanya melebar dari gawang.
Howard Webb juga tak ketinggalan menunjukkan aksinya dengan mengeluarkan lima kartu kuning dalam rentang waktu 13 menit untuk lima pemain berbeda.
Di menit 34, Iker Casillas salah memperhitungkan datangnya bola fair play yang ditendang Gregory Van Der Wiel. Bola lambung memantul ke kotak penalti dan gagal dijangkaunya. Untungnya bola tipis melebar dari gawang.
Tiga menit berselang, Joris Mathijsen membuang peluang matang yang didapatnya karena gagal menendang bola yang melintas pelan dengan kaki kiri. Padahal dia sudah berada dalam posisi tak terkawal di kotak penalti Spanyol.
Memasuki masa injury time babak pertama, Arjen Robben mendapat kesempatan lewat tendangan kaki kiri. Akan tetapi bola yang mengarah ke tiang dekat gawang Spanyol berhasil diamankan dengan baik oleh kapten tim Iker Casillas.
Di babak kedua, giliran Joan Capdevilla yang gagal menyapu bola ketika berada di kotak penalti Belanda dalam posisi tak terkawal. Momentum itu terjadi ketika pertandingan baru berjalan tiga menit.
Peluang matang didapat Belanda di menit 62. Lewat serangan balik cepat, Robben lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Casillas. Akan tetapi, bola tendangannya berhasil dihadang kiper nomor satu Spanyol itu dengan kakinya. Skor 0-0 pun tetap bertahan.
Di menit 69, David Villa memiliki kesempatan membawa timnya memimpin jika saja bisa lebih tenang dalam melepas tendangan ke arah gawang yang dalam posisi tak terkawal.
Memasuki menit ke-77, Sergio Ramos menyambut bola sepak pojok Xavi dengan kepalanya dan dalam kondisi tak terkawal. Akan tetapi, bola sundulan kepalanya masih tipis melintas di atas mistar gawang Stekelenburg.
Robben kembali mendapat kesempatan untuk membawa timnya memimpin lewat aksi individunya di menit 83. Namun Casillas berhasil membaca pergerakannya dan mencuri bola dari Robben.
Kedua tim terus menekan di sisa pertandingan. Namun hingga berakhirnya waktu normal, skor 0-0 tetap bertahan. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Di awal babak perpanjangan waktu pertama, Stekelenburg melakukan penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cesc Fabregas yang masuk ke babak kedua. Belanda membalas dengan sundulan Mathijsen yang masih tipis di atas mistar gawang Casillas.
Di menit 100, Jesus Navas mencoba peruntungannya dengan melepas tendangan dari dalam kotak penalti. Namun bola berhasil diblok Van Bronckhorst yang membuat bola melebar dari gawang. Bek veteran Belanda itu sebelumnya juga melakukan intersep penting dengan menghalau sepakan Iniesta. Tendangan Fabregas juga masih melebar dari gawang.
Di paruh kedua babak perpanjangan waktu, Belanda kehilangan salah satu pemainnya, John Heitinga, karena akumulasi dua kartu kuning. Bek Belanda itu melanggar Iniesta jelang masuk ke kotak penalti mereka. Hadiah tendangan bebas pun diberikan kepada Spanyol, namun gagal dimaksimalkan Xavi yang maju sebagai eksekutor.
Di menit 116, Spanyol akhirnya bisa memecah kebuntuan. Iniesta yang mencetak gol lewat tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti, setelah mendapat bola sodoran dari Xavi.
Tak pelak gol tersebut disambut dengan meriah kubu Spanyol. Semua pemain di bangku cadangan pun mengejar Iniesta dan merayakan golnya di pinggir lapangan.
Belanda yang memiliki waktu kurang lebih empat menit berusaha untuk mengejar ketertinggalan mereka. Akan tetapi, hingga berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol tetap bertahan. SPANYOL PUN MENJADI JUARA DUNIA 2010.
Susunan Pemain:
Belanda: Stekelenburg, Van Bronckhorst (Braafheid 105), Mathijsen, Heitinga, Van der Wiel, De Jong (Van der Vaart 99), Van Bommel, Kuyt (Elia 71), Sneijder, Robben, Van Persie
Spanyol: Casillas, Capdevilla, Puyol, Pique, Sergio Ramos, Xabi Alonso (Fabregas 87), Busquets, Pedro (Navas 60), Xavi, Iniesta, Villa (Torres 106)
Adalah Andres Iniesta yang menjadi pahlawan kemenangan Spanyol dengan gol tunggalnya ke gawang Belanda di babak kedua perpanjangan waktu.
Spanyol juga sukses mengawinkan gelar juara setelah dua tahun lalu meraih tropi Piala Eropa dengan mengalahkan Jerman di laga final.
Sementara Belanda harus kembali puas untuk ketiga kalinya harus menjadi runner up di turnamen akbar Piala Dunia. Sebelumnya mereka juga menjadi runner up di tahun 1978 dan 1974.
Jalannya Pertandingan
Spanyol sudah membuka kesempatan di menit kelima lewat sundulan Sergio Ramos. Akan tetapi, dalam ujian pertamanya, Maarten Stekelenburg berhasil mengamankan gawangnya dengan baik.
David Villa menguji peruntungannya di menit 12. Bola hasil sepakannya hanya melebar dari gawang.
Howard Webb juga tak ketinggalan menunjukkan aksinya dengan mengeluarkan lima kartu kuning dalam rentang waktu 13 menit untuk lima pemain berbeda.
Di menit 34, Iker Casillas salah memperhitungkan datangnya bola fair play yang ditendang Gregory Van Der Wiel. Bola lambung memantul ke kotak penalti dan gagal dijangkaunya. Untungnya bola tipis melebar dari gawang.
Tiga menit berselang, Joris Mathijsen membuang peluang matang yang didapatnya karena gagal menendang bola yang melintas pelan dengan kaki kiri. Padahal dia sudah berada dalam posisi tak terkawal di kotak penalti Spanyol.
Memasuki masa injury time babak pertama, Arjen Robben mendapat kesempatan lewat tendangan kaki kiri. Akan tetapi bola yang mengarah ke tiang dekat gawang Spanyol berhasil diamankan dengan baik oleh kapten tim Iker Casillas.
Di babak kedua, giliran Joan Capdevilla yang gagal menyapu bola ketika berada di kotak penalti Belanda dalam posisi tak terkawal. Momentum itu terjadi ketika pertandingan baru berjalan tiga menit.
Peluang matang didapat Belanda di menit 62. Lewat serangan balik cepat, Robben lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Casillas. Akan tetapi, bola tendangannya berhasil dihadang kiper nomor satu Spanyol itu dengan kakinya. Skor 0-0 pun tetap bertahan.
Di menit 69, David Villa memiliki kesempatan membawa timnya memimpin jika saja bisa lebih tenang dalam melepas tendangan ke arah gawang yang dalam posisi tak terkawal.
Memasuki menit ke-77, Sergio Ramos menyambut bola sepak pojok Xavi dengan kepalanya dan dalam kondisi tak terkawal. Akan tetapi, bola sundulan kepalanya masih tipis melintas di atas mistar gawang Stekelenburg.
Robben kembali mendapat kesempatan untuk membawa timnya memimpin lewat aksi individunya di menit 83. Namun Casillas berhasil membaca pergerakannya dan mencuri bola dari Robben.
Kedua tim terus menekan di sisa pertandingan. Namun hingga berakhirnya waktu normal, skor 0-0 tetap bertahan. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Di awal babak perpanjangan waktu pertama, Stekelenburg melakukan penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cesc Fabregas yang masuk ke babak kedua. Belanda membalas dengan sundulan Mathijsen yang masih tipis di atas mistar gawang Casillas.
Di menit 100, Jesus Navas mencoba peruntungannya dengan melepas tendangan dari dalam kotak penalti. Namun bola berhasil diblok Van Bronckhorst yang membuat bola melebar dari gawang. Bek veteran Belanda itu sebelumnya juga melakukan intersep penting dengan menghalau sepakan Iniesta. Tendangan Fabregas juga masih melebar dari gawang.
Di paruh kedua babak perpanjangan waktu, Belanda kehilangan salah satu pemainnya, John Heitinga, karena akumulasi dua kartu kuning. Bek Belanda itu melanggar Iniesta jelang masuk ke kotak penalti mereka. Hadiah tendangan bebas pun diberikan kepada Spanyol, namun gagal dimaksimalkan Xavi yang maju sebagai eksekutor.
Di menit 116, Spanyol akhirnya bisa memecah kebuntuan. Iniesta yang mencetak gol lewat tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti, setelah mendapat bola sodoran dari Xavi.
Tak pelak gol tersebut disambut dengan meriah kubu Spanyol. Semua pemain di bangku cadangan pun mengejar Iniesta dan merayakan golnya di pinggir lapangan.
Belanda yang memiliki waktu kurang lebih empat menit berusaha untuk mengejar ketertinggalan mereka. Akan tetapi, hingga berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol tetap bertahan. SPANYOL PUN MENJADI JUARA DUNIA 2010.
Susunan Pemain:
Belanda: Stekelenburg, Van Bronckhorst (Braafheid 105), Mathijsen, Heitinga, Van der Wiel, De Jong (Van der Vaart 99), Van Bommel, Kuyt (Elia 71), Sneijder, Robben, Van Persie
Spanyol: Casillas, Capdevilla, Puyol, Pique, Sergio Ramos, Xabi Alonso (Fabregas 87), Busquets, Pedro (Navas 60), Xavi, Iniesta, Villa (Torres 106)
Rabu, 23 Juni 2010
World Cup 2010

Capello: Inggris Tak Akan jadi Prancis
PORT ELIZABETH - Jelang laga hidup-mati melawan Slovenia, kondisi internal Inggris malah memanas. Para pemain dikabarkan mengeluh soal fasilitas latihan di Royal Bakofeng Sports Campus, Rustenburg. Juga ada berita bahwa pemain tidak sempat mendapat istirahat yang cukup. Hal itu diakui defender John Terry dalam wawancara dengan stasiun televisi TVI, Senin lalu.
Wawancara itu rupanya memantik murka pelatih Fabio Capello. Dia pun meminta para pemain untuk tutup mulut kepada media soal keadaan internal tim. Sebab, itu berpeluang menambah panas keadaan, dan pada akhirnya berakibat pada perpecahan tim.
"Saya tidak mengerti kenapa dia tidak bicara kepada saya lebih dulu," keluh Capello, seperti dikutip Associated Press. "Saya bicara dengan pemain, dan ternyata hanya John Terry yang membuat pernyataan di media. Anehnya, dia tidak bicara dengan saya soal ketidakpuasannya," paparnya.
Wajar kalau Capello begitu kesal. Sebab, dia selalu membuka diri kepada semua pemain. Allenatore asal Italia itu juga selalu mendorong pemain untuk mengeluarkan uneg-uneg maupun pendapat.
"Setiap kali ada pertemuan, saya selalu bertanya, apakah mereka ada masalah. Harapannya, masalah bisa diselesaikan di dalam, bukannya malah koar-koar ke media," gerutu Capello. "Yang dilakukan Terry itu suatu kesalahan. Kesalahan besar," tegasnya.
Kondisi yang dihadapi Inggris hampir sama dengan Prancis. Berawal dari perselisihan antara pemain dengan pelatih, lalu berujung dengan pencoretan salah satu pilar. Namun, Capello menjamin bahwa timnya tidak akan menjadi Prancis jilid kedua. Sebab, yang terjadi di timnya bukanlah revolusi pemain seperti yang terjadi di internal Prancis.
"Ah, ini bukan revolusi. Hanya kesalahan yang dibuat oleh salah satu pemain saya, dan semuanya sudah teratasi. Tidak, tim saya tidak akan berakhir seperti Prancis," yakin eks-pelatih AS Roma dan Real Madrid itu.
Terry sendiri menunjukkan itikad baiknya, dengan meminta maaf secara terbuka kepada sang pelatih. Mantan kapten Inggris itu mengakui, wawancaranya dengan TVI adalah bentuk rasa frustrasi terkait dengan posisi Inggris di klasemen Grup C saat ini.
"Saya sudah minta maaf kepada pelatih, dan saya tidak mau lagi kondisi psikologis saya mempengaruhi seluruh tim," kata Terry kepada Reuters. "Saya ingin menaruh episode buruk ini di belakang saya, dan berkonsentrasi untuk menang atas Slovenia. Ini adalah laga penting buat Inggris," pungkas defender Chelsea itu.
Sabtu, 12 Juni 2010
Sensus Penduduk 2010

Indonesia kini sedang mempersiapkan sensus penduduk modern yang keenam yang akan diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.
Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.
Dalam Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang akan datang diperkirakan akan dicacah penduduk yang bertempat tinggal di sekitar 65 juta rumahtangga. Untuk keperluan pencacahan ini akan dipekerjakan sekitar 600 ribu pencacah yang diharapkan berasal dari wilayah setempat sehingga mengenali wilayah kerjanya secara baik. Pencacah dilatih secara intensif selama tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan.
Dalam SP2010 akan diajukan sekitar 40 pertanyaan mengenai: kondisi dan fasilitas perumahan dan bangunan tempat tinggal, karakteristik rumahtangga dan keterangan individu anggota rumahtangga. Format dan isi daftar pertanyaan atau Kuesioner SP2010 disusun dengan mempertimbangkan rekomendasi PBB yang relevan serta dapat diterapkan di lapangan.
Puncak kegiatan SP2010 berupa kegiatan pencacahan penduduk di semua wilayah geografis Indonesia secara serempak selama bulan Mei 2010 (Bulan Sensus). Pada 31 Mei 2010 akan dilakukan pembaharuan hasil pencacahan secara serempak dengan mencatat kejadian kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk yang terjadi selama Bulan Sensus dan menyisir serta mencatat penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap (homeless). Tanggal 31 Mei 2010 merupakan Hari Sensus artinya data SP2010 yang dihasilkan merujuk pada hari sensus tersebut.
Data SP2010 diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang antara lain mencakup:
1. memperbaharui data dasar kependudukan sampai ke wilayah unit administrasi terkecil (desa)
2. mengevaluasi kinerja pencapaian sasaran pembangunan milenium (Milenium Development Goal, MDGs),
3. menyiapkan basis pengembangan statistik wilayah kecil,
4. menyiapkan data dasar untuk keperluan proyeksi penduduk setelah tahun 2010,
5. mengembangkan kerangka sampel untuk keperluan survei-survei selama kurun 2010-2020,
6. basis pembangunan registrasi penduduk dan pengembangan sistem administrasi kependudukan.
Langganan:
Postingan (Atom)